"Bom nyaris meledak di gereja Suriah saat prosesi pemakaman berlangsung. Ancaman terhadap komunitas Kristen di Suriah kembali meningkat setelah serangan bom bunuh diri mematikan di Damaskus"
ALEPPO, DC News — Teror terhadap komunitas Kristen di Suriah kembali memunculkan ketakutan mendalam. Sebuah bom dilaporkan nyaris meledak di kompleks gereja saat prosesi pemakaman berlangsung di Kota Aleppo, Suriah.
Insiden itu terjadi di Katedral St. Ephrem the Syrian pada Rabu (14/5/2026) waktu setempat. Menurut laporan media Kristen internasional Premier Christian News, bahan peledak ditemukan setelah sebuah benda mencurigakan jatuh dari bawah mobil jenazah yang memasuki area gereja.
Salah satu pelayat disebut menyadari keberadaan benda tersebut dan segera memberi tahu aparat keamanan. Polisi kemudian mengevakuasi area dan menjinakkan bom sebelum ledakan terjadi.
Peristiwa ini menambah daftar panjang ancaman terhadap umat Kristen di Suriah yang dalam beberapa bulan terakhir menghadapi eskalasi aksi kekerasan kelompok ekstremis.
Sebelumnya, serangan bom bunuh diri mengguncang Gereja Mar Elias di Damaskus pada Juni 2025. Serangan saat misa berlangsung itu menewaskan sedikitnya 25 orang dan melukai lebih dari 60 lainnya.
Pemerintah Suriah menuduh ISIS berada di balik serangan tersebut. Insiden itu menjadi salah satu serangan paling mematikan terhadap komunitas Kristen sejak rezim Bashar al-Assad runtuh pada akhir 2024.
Berbagai organisasi gereja internasional menyebut komunitas Kristen di Suriah kini hidup dalam ketakutan. Sejumlah laporan menyebut ancaman terhadap gereja dan minoritas agama meningkat di tengah ketidakstabilan politik dan keamanan pascaperang sipil.
“Orang-orang takut pergi ke gereja,” demikian laporan sejumlah pemimpin gereja lokal yang dikutip media internasional.
Meski bom di Aleppo berhasil dijinakkan, insiden tersebut memperlihatkan situasi keamanan Suriah yang masih rapuh. Kekhawatiran terbesar kini tertuju pada potensi serangan lanjutan terhadap rumah ibadah dan warga sipil.
(Sumber: Premier Christian News, Washington Post, Vatican News, Open Doors, EWTN, Reuters)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.