"Kisah Kareem, pria Timur Tengah yang sejak kecil dilatih menjadi pejuang Islam garis keras, viral setelah mengaku tiga kali didatangi Yesus dalam mimpi. Transformasinya dari calon martir menjadi pengikut Kristus memicu perhatian dunia"
Sejak kecil, Kareem dididik untuk satu tujuan: menjadi pejuang Islam garis keras. Di lingkungan yang menanamkan semangat jihad tanpa kompromi, ia tumbuh dengan keyakinan bahwa mati syahid adalah kehormatan tertinggi di hadapan Allah.
Namun hidup pria asal Timur Tengah itu berubah drastis setelah serangkaian mimpi yang, menurut pengakuannya, terasa “lebih nyata daripada kehidupan itu sendiri”.
Kisah Kareem kembali ramai diperbincangkan dunia internasional setelah diangkat CBN News pada 11 Mei 2026. Identitas lengkapnya hingga kini dirahasiakan demi alasan keamanan, mengingat ancaman terhadap mualaf Kristen di sejumlah negara Timur Tengah masih sangat tinggi.
Dalam wawancaranya, Kareem mengaku sejak muda dipersiapkan menjadi pemimpin Islam. Ia mendalami Al-Quran, Sunnah, dan berbagai ajaran jihad. Ketika konflik Irak pecah, ia melihat peluang besar untuk menjalankan apa yang ia yakini sebagai panggilan suci: membunuh orang Kristen dan mati sebagai martir.
Namun operasi itu tiba-tiba dibatalkan.
“Itu adalah kabar terburuk dalam hidup saya,” katanya.
Ia percaya Allah telah menolaknya. Dalam keyakinannya saat itu, seorang syahid sejati akan dipanggil langsung oleh Tuhan untuk menjalankan misi sucinya.
Kekecewaan itu membuat Kareem jatuh ke dalam krisis iman. Ia mulai mempertanyakan keyakinannya sendiri dan sempat menjadi ateis. Di tengah kebingungan, ia mempelajari Kekristenan dengan satu tujuan: mencari kelemahan untuk dipatahkan dalam debat.
Tetapi yang terjadi justru sebaliknya.
Ia mengaku menemukan banyak argumen apologetika Islam yang menurutnya rapuh dan tidak memuaskan pencarian logikanya. Dalam keputusasaan, Kareem akhirnya berdoa dengan sederhana.
“Tuhan, jika Engkau benar-benar ada, tunjukkan diri-Mu.”
Malam itu segalanya berubah.
Dalam mimpinya, Kareem melihat dirinya berlari di sebuah jalan panjang sambil dikejar duri-duri tajam yang hendak membunuhnya. Di ujung jalan, seorang pria datang menyelamatkannya.
“Ketika Ia menatap mataku, aku langsung tahu itu Yesus Kristus,” ujarnya.
Menurut kesaksiannya, Yesus berkata kepadanya: “Ini waktumu untuk mengikuti Aku.”
Kareem belum langsung percaya. Ia justru menantang sosok tersebut.
“Datang lagi besok malam dengan detail yang sama, atau aku tidak akan percaya.”
Namun mimpi itu kembali terulang. Bukan hanya sekali, tetapi tiga malam berturut-turut dengan pesan identik.
Pengalaman tersebut menghancurkan seluruh kebencian yang selama ini ia pelihara terhadap Kekristenan. Setelah akhirnya memutuskan dibaptis, Kareem mengaku menemukan kasih yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
“Aku tidak percaya Tuhan bisa begitu penuh kasih. Bahkan ketika aku menantang-Nya, Dia tidak marah. Dia hanya berkata, ‘Aku menginginkan dia’,” katanya.
Fenomena mimpi tentang Yesus di dunia Muslim sebenarnya bukan kasus tunggal. Dalam beberapa tahun terakhir, laporan serupa muncul dari Iran, Irak, Suriah, hingga wilayah-wilayah tertutup di Timur Tengah. Sejumlah organisasi pelayanan Kristen menyebut ribuan Muslim mengaku mengalami mimpi atau visi spiritual sebelum berpindah keyakinan.
Meski demikian, keputusan meninggalkan Islam di banyak negara masih membawa risiko besar, mulai dari tekanan keluarga, pengucilan sosial, hingga ancaman keselamatan jiwa.
Kisah Kareem kini menjadi simbol perdebatan besar tentang iman, pencarian kebenaran, dan fenomena spiritual yang terus muncul di kawasan paling sensitif di dunia.
(Sumber: CBN News, One for Israel Ministry, God Reports, video testimoni resmi Kareem)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.