"Patung emas Donald Trump setinggi 22 kaki di Miami memicu kontroversi besar. Pendukung menyebut simbol ketangguhan, sementara kritik menilai sebagai bentuk kultus politik dan penyembahan modern"
MIAMI, FLORIDA — Sebuah patung raksasa berlapis emas milik Presiden Amerika Serikat Donald Trump memicu gelombang kontroversi baru di tengah memanasnya iklim politik AS menjelang Pemilu 2026. Patung setinggi sekitar 22 kaki atau hampir 7 meter itu kini berdiri mencolok di kompleks golf mewah Trump National Doral Miami.
Patung bernama Don Colossus tersebut menampilkan sosok Trump dengan tangan mengepal ke udara — pose yang disebut terinspirasi dari momen dramatis setelah dirinya selamat dari upaya pembunuhan saat kampanye di Pennsylvania pada 2024 lalu.
Peresmian patung berlangsung emosional pekan lalu dan dipimpin Pendeta Mark Burns, tokoh evangelis yang dikenal sebagai penasihat spiritual Trump. Dalam pidatonya, Burns menolak anggapan bahwa patung itu menyerupai “golden calf” atau anak lembu emas yang dalam Alkitab identik dengan penyembahan berhala.
“Ini bukan simbol penyembahan. Ini adalah pengingat bahwa Tuhan menyelamatkan Presiden Trump,” ujar Burns di hadapan para pendukung Trump.
Patung bernilai ratusan ribu dollar AS atau diperkirakan lebih dari Rp7 miliar itu dilaporkan dibiayai komunitas kripto konservatif bernama $PATRIOT. Kehadirannya langsung menjadi magnet wisata baru di area resor golf elite milik Trump.
Namun, kritik muncul tak kalah keras.
Sejumlah pengamat agama, tokoh gereja, hingga pengguna media sosial menilai patung emas tersebut mencerminkan kultus individu yang berlebihan. Banyak yang membandingkannya dengan kisah “anak lembu emas” dalam Kitab Keluaran, ketika umat Israel dianggap menyimpang karena menyembah simbol buatan manusia.
Kontroversi serupa sebenarnya pernah muncul pada 2021 ketika patung emas Trump dipamerkan dalam konferensi konservatif CPAC. Kala itu, kritik datang bahkan dari sebagian kalangan Republikan sendiri.
Kini, kemunculan Don Colossus dinilai mempertegas bagaimana citra Trump semakin bergerak melampaui politik biasa. Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial dipenuhi ilustrasi AI yang menggambarkan Trump sebagai figur heroik, religius, bahkan mesianik.
Bagi pendukungnya, simbol-simbol semacam itu dianggap representasi keberanian dan ketangguhan Trump menghadapi serangan politik maupun hukum. Tetapi bagi para pengkritik, fenomena tersebut dinilai berbahaya karena mengaburkan batas antara loyalitas politik dan pemujaan personal.
Sorotan terhadap patung ini semakin besar karena Trump National Doral saat ini juga menjadi tuan rumah salah satu agenda PGA Tour yang menyedot perhatian internasional. Ribuan pengunjung dan media dari berbagai negara ikut menyaksikan keberadaan patung emas tersebut secara langsung.
Di tengah polarisasi politik Amerika yang semakin tajam, kemunculan Don Colossus kini bukan lagi sekadar dekorasi mewah. Patung itu berubah menjadi simbol baru dalam perang budaya Amerika — antara politik, agama, popularitas digital, dan pencitraan kekuasaan.
Debatnya pun diperkirakan belum akan mereda dalam waktu dekat.
(Sumber: Yahoo/Salon, USA Today, The Independent, Newsweek, NY Mag, Snopes, Fox News, laporan lapangan Mei 2026)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.