
Jangan Asal Tafsir!
“Hal terutama yang harus kamu ketahui ialah bahwa tidak ada satu nubuat pun dalam Kitab Suci yang berasal dari penafsiran manusia, karena tidak pernah ada nubuat yang muncul atas kehendak manusia, melainkan karena didorong oleh Ruh Allah, orang-orang menyampaikan Firman yang asalnya dari Allah.” (2Petrus 1: 20-21 – KSI-LAI)
Surat 2Petrus dikirimkan kepada jemaat yang sedang dirisaukan oleh pandangan yang meragukan kedatangan kembali Tuhan Yesus dan mengajarkan kebebasan moral yang berlebihan. Jika dibandingkan dengan konteks sekarang, mungkin jemaat saat itu sedang “diganggu” dengan pandangan liberal yang cenderung sekuler.
Pandangan ini bahkan mengejek orang-orang yang berpikir bahwa Tuhan Yesus akan datang kembali, dan bisa jadi mereka menganggap orang-orang yang masih percaya dengan janji itu adalah orang-orang bodoh atau ketinggalan zaman.
Artikel Terkait
Karena itulah penulis surat ini menegaskan bahwa penafsiran terhadap Alkitab tidak boleh menyimpang dari tradisi pemahaman gereja yang sudah diturunkan sejak zaman para nabi, para rasul, dan bahkan dipelihara oleh kuasa Roh Allah, yaitu Roh Kristus.
Kita tidak boleh menafsirkan Alkitab seenak hati kita, menurut kehendak kita, sebab Alkitab diilhamkan Allah dengan kuasa Roh Kudus. Maka, biarkan Roh Kudus yang menuntun kita untuk memahami Alkitab. Jangan bersandar pada pengertian sendiri! Karenanya, mintalah selalu pertolongan Roh Kudus ketika kita membaca Alkitab. Biarkan Alkitab berbicara dari dalam dirinya sendiri. Jangan paksakan pemikiran kita, lalu mencari pembenaran dengan teks-teks Alkitab. Amin!
BIARKAN ALKITAB BERBICARA DARI DIRINYA SENDIRI, AGAR KITA DIBENTUK SETURUT KEHENDAK FIRMAN ALLAH.

Penulis:
Yosi Rorimpandei
Koordinator Komisi Pengajaran GKRIDC