"Kelompok Boko Haram kembali mengguncang Nigeria dengan memenggal tujuh umat Kristen di depan umum. Serangan brutal juga dilakukan milisi Fulani yang menewaskan ibu hamil dan balita. Dunia internasional kembali menyoroti genosida terhadap umat Kristen di Nigeria"
Tujuh umat Kristen kembali menjadi korban kekejaman kelompok teroris Boko Haram di Nigeria. Dalam serangan terbaru yang mengguncang wilayah timur laut negara itu, para korban dipenggal di depan umum sebagai bentuk teror brutal yang disebut-sebut terus meningkat sepanjang 2026.
Video eksekusi yang beredar luas memperlihatkan situasi mencekam usai pembantaian terjadi. Darah para korban masih terlihat segar ketika rekaman itu menyebar dan memicu kemarahan publik internasional. Serangan tersebut menjadi bukti bahwa gelombang jihad kekerasan terhadap komunitas Kristen di Nigeria belum mereda.
Suleman Ayuba, investigator Truth Nigeria yang pernah selamat dari konflik serupa, mengatakan tujuh korban sengaja dieksekusi di ruang terbuka untuk menebar ketakutan kepada masyarakat. Menurut dia, aksi Boko Haram kini semakin sistematis dan brutal.
“Ini bukan sekadar serangan acak. Ini adalah genosida sistematis untuk menghapus keberadaan umat Kristen,” kata Ayuba.
Situasi kemanusiaan di wilayah konflik juga semakin memburuk. Puluhan ribu warga Kristen dilaporkan melarikan diri ke Kamerun demi menyelamatkan nyawa. Sementara itu, lebih dari 400 orang disebut diculik dan mengalami penyiksaan, kelaparan, hingga perlakuan tidak manusiawi selama penyanderaan.
Tak hanya itu, lebih dari 100 gereja dilaporkan hancur dalam rentang waktu singkat akibat serangan kelompok ekstremis bersenjata.
Teror terhadap warga Kristen juga datang dari wilayah Middle Belt Nigeria. Milisi Fulani kembali melakukan serangan mematikan di Barkin Ladi pada akhir pekan lalu. Sedikitnya 19 orang tewas, termasuk dua ibu hamil dan seorang balita berusia tiga tahun.
Para korban disebut dibantai menggunakan parang dan senjata api ketika serangan mendadak terjadi di permukiman warga. Sejumlah saksi menyebut aparat keamanan kembali terlambat merespons situasi.
Data lokal menunjukkan sedikitnya 2.000 umat Kristen telah tewas di distrik Barkin Ladi sejak 2016. Pola serangan disebut terus berulang: desa diserbu secara tiba-tiba, warga dibunuh massal, lalu pelaku menghilang tanpa proses hukum yang jelas.
Nigeria kini kembali disorot dunia internasional sebagai salah satu negara paling berbahaya bagi umat Kristen. Organisasi pemantau kebebasan beragama Open Doors dalam World Watch List 2026 mencatat ratusan serangan terhadap komunitas Kristen sepanjang 2025 hingga 2026, dengan ribuan korban jiwa dan pengungsi baru setiap bulannya.
Pemerintah Nigeria pun dituding gagal menghentikan eskalasi kekerasan. Sejumlah organisasi HAM internasional mendesak intervensi lebih tegas untuk menghentikan pembantaian yang terus berulang.
Di tengah ketakutan dan trauma berkepanjangan, suara para korban tetap terdengar lirih namun tegas. Mereka hanya ingin hidup damai dan menjalankan iman tanpa ancaman maut.
Namun selama kelompok bersenjata masih bebas bergerak dan impunitas terus terjadi, tragedi kemanusiaan di Nigeria diperkirakan belum akan berakhir.
(CBN News, Truth Nigeria, Open Doors World Watch List 2026, laporan serangan Fulani Mei 2026)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.