"Gelombang Christian nationalism semakin menguat di Inggris dan Amerika Serikat. Survei terbaru mengungkap seperempat umat Kristen Inggris mulai mendukung gerakan ini, memicu perdebatan tajam antara kebangkitan iman dan ancaman politik identitas."
LONDON — Gelombang Christian nationalism atau nasionalisme Kristen mulai mengguncang Inggris. Gerakan yang selama ini identik dengan politik konservatif Amerika Serikat kini merambah Eropa dan memicu perdebatan panas di kalangan gereja: apakah ini kebangkitan rohani, atau justru wajah baru politik identitas berbasis agama?
Survei terbaru yang dirilis Premier Christian News pada 13 Mei 2026 menunjukkan fenomena tersebut tak lagi bisa dianggap pinggiran. Dari 260 responden Kristen di Inggris, sekitar 23 persen mengaku sebagai bagian dari Christian nationalist, sementara 25 persen lainnya menilai gerakan itu sebagai sesuatu yang “saleh” dan diperlukan untuk mengembalikan nilai-nilai Kristen ke ruang publik.
Isu ini langsung menyulut kontroversi karena gerakan tersebut membawa agenda besar: pengaruh agama yang lebih kuat dalam politik, pendidikan, hingga budaya nasional.
Namun di tengah meningkatnya dukungan, mayoritas umat Kristen Inggris tetap menunjukkan sikap moderat. Sebanyak 93 persen responden menyatakan nyaman hidup berdampingan dengan pemeluk agama lain seperti Muslim dan Sikh. Meski demikian, 26 persen mengaku simbol-simbol Kristen, termasuk Salib pada bendera St George’s, telah disalahgunakan dalam setahun terakhir untuk kepentingan politik dan identitas kelompok tertentu.
Perdebatan paling keras muncul dari cara gerakan ini memandang hubungan antara iman dan negara.
Aktivis Christian nationalist Bob Potsiar menegaskan bahwa iman Kristen tidak boleh dipisahkan dari kebijakan publik. Menurut dia, nilai-nilai Kristen harus memengaruhi hukum, pendidikan, dan arah budaya bangsa, termasuk penolakan terhadap aborsi serta perlindungan terhadap gereja-gereja yang dianggap mengalami tekanan sosial.
Ia juga menepis tuduhan bahwa gerakan tersebut identik dengan rasisme atau supremasi etnis tertentu.
“Visi Kristen bersifat universal untuk semua bangsa dan suku,” ujarnya.
Namun kritik keras datang dari sejumlah pemimpin gereja lainnya. Pendeta Tony Uddin dari Tower Hamlets memperingatkan bahwa sebagian retorika Christian nationalism lahir dari rasa takut terhadap budaya dan kelompok lain.
“Banyak narasi ini dibangun dari ketakutan dan kebencian terhadap pihak berbeda,” kata Uddin.
Ia khawatir gereja justru kehilangan panggilannya sebagai pembawa rekonsiliasi dan damai jika terlalu jauh terseret arus nasionalisme politik.
Fenomena ini ternyata bukan hanya terjadi di Inggris. Di Amerika Serikat, survei besar PRRI American Values Atlas 2025 terhadap lebih dari 22.000 orang dewasa menemukan sekitar 30 persen warga AS mendukung atau bersimpati pada Christian nationalism. Dukungan paling kuat muncul di kalangan Partai Republik dan kelompok evangelikal kulit putih.
Para pengamat menilai pengaruh budaya politik Amerika mulai menular ke Inggris dan Eropa. Danny Webster dari Evangelical Alliance menyebut fenomena tersebut sebagai efek “spillover” dari AS.
“Dulu ini hanya isu Amerika. Sekarang mulai terasa nyata di Inggris,” ujarnya.
Perdebatan semakin panas menjelang berbagai aksi publik seperti Unite the Kingdom, gerakan yang menggabungkan simbol-simbol Kristen dengan narasi nasionalisme Inggris. Pendukungnya menyebut gerakan itu sebagai upaya mengembalikan identitas spiritual bangsa, sementara pengkritik melihatnya sebagai ancaman terhadap masyarakat plural dan multikultural.
Di tengah meningkatnya polarisasi politik global, kemunculan Christian nationalism kini menjadi pertanyaan besar bagi gereja modern: apakah ini benar-benar kebangkitan iman, atau justru jebakan politik yang dapat memperlemah kesaksian gereja di tengah masyarakat yang semakin majemuk?
(Premier Christian News, PRRI American Values Atlas 2025)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.