Berita

Eksekusi Gila di Korea Utara: Anak-Anak Dipaksa Nonton Orang Tua Dibunuh karena Berdoa!

Eksekusi di Korea Utara melonjak 117% pasca-pandemi, ribuan dieksekusi karena aktivitas keagamaan dan budaya asing. Anak kecil dipaksa menyaksikan—benarkah rezim Kim Jong-un semakin kejam?…

Eksekusi Gila di Korea Utara: Anak-Anak Dipaksa Nonton Orang Tua Dibunuh karena Berdoa!
Berita 5 Mei 2026 124 views

Ukuran font

100%
"Eksekusi di Korea Utara melonjak 117% pasca-pandemi, ribuan dieksekusi karena aktivitas keagamaan dan budaya asing. Anak kecil dipaksa menyaksikan—benarkah rezim Kim Jong-un semakin kejam? Simak fakta lengkapnya"

Korea Utara kembali menunjukkan wajah mengerikan rezim totalitariannya. Menurut laporan terkini Transitional Justice Working Group (TJWG), jumlah eksekusi di negara itu melonjak lebih dari dua kali lipat sejak pandemi COVID-19 melanda. Dari 2020 hingga 2024, setidaknya 153 warga dieksekusi atau dijatuhi hukuman mati—naik drastis dari 44 kasus pada periode sebelumnya. Yang paling mengguncang: pelanggaran terkait aktivitas keagamaan dan “praktik takhayul” meningkat hingga 250 persen.

Bukan hanya itu. Sekitar 70 persen eksekusi dilakukan di depan umum, dengan kerumunan massa—termasuk anak-anak sekolah—dipaksa menyaksikan sebagai “pelajaran” ideologi. Rezim Kim Jong-un memanfaatkan isolasi perbatasan selama pandemi untuk memperketat kendali, lewat Undang-Undang Anti-Reaksioner yang menjadikan kepemilikan Alkitab, berdoa, menonton drama Korea, atau mendengarkan K-pop sebagai kejahatan berat yang pantas dihukum mati. Sementara kasus pembunuhan biasa justru menurun tajam.

“Pyongyang dulu disebut Yerusalem Timur karena semarak aktivitas keagamaannya. Kini, komunitas itu hampir punah akibat tiga generasi genosida oleh dinasti Kim,” ujar Dr. Ethan Hee-seok Shin dari TJWG. Ia menyerukan tekanan internasional agar kejahatan kemanusiaan ini dihentikan.

Para pengamat hak asasi manusia menilai, di balik isolasi ketat, rezim sedang memperkuat kultus kepemimpinan dengan menumpas segala bentuk pengaruh luar, termasuk agama. Kondisi ini sejalan dengan penilaian USCIRF yang kembali menobatkan Korea Utara sebagai salah satu pelanggar kebebasan beragama terburuk di dunia.

Sementara dunia sibuk dengan krisis lain, ribuan nyawa terus melayang di balik tirai besi Pyongyang. Apakah komunitas internasional akan terus diam, atau akhirnya bertindak tegas? []

(Sumber: TJWG Report 2026, Reuters, BBC, The Guardian, CSW, USCIRF)

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Eksekusi di Korea Utara melonjak 117% pasca-pandemi, ribuan dieksekusi karena aktivitas keagamaan dan budaya asing. Anak kecil dipaksa menyaksikan—benarkah rezim Kim Jong-un semak…

Tags

Korea Utara Eksekusi Massal Kebebasan Beragama Kim Jong Un Persekusi Kristen TJWG Report Hak Asasi Manusia Pandemi COVID Budaya K-Pop Berita Dunia

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600