"Gereja Agios Nikolaos Adana yang ikonik kini bertransformasi menjadi perpustakaan provinsi pasca-gempa 2023. Bangunan bersejarah 1845 ini tarik puluhan ribu pengunjung dengan suasana unik perpaduan sejarah dan literasi. Kisah inspiratif adaptasi budaya Turki"
ADANA, Turki — Sebuah gereja Ortodoks Yunani berusia hampir dua abad di jantung Adana kini menyimpan ribuan buku, bukan umat berdoa. Agios Nikolaos atau Aya Nikola Kilisesi, dibangun 1845 oleh komunitas Yunani Ortodoks pasca-Tanzimat Ottoman, telah resmi menjadi Perpustakaan Umum Provinsi Adana. Transformasi ini bukan sekadar relokasi biasa, melainkan simbol ketangguhan pasca-bencana yang menyentuh ribuan jiwa.
Gempa dahsyat 6 Februari 2023 yang meluluhlantakkan Turki selatan menghancurkan gedung lama perpustakaan di Pusat Kebudayaan Sabancı. Alih-alih menunggu pembangunan baru, otoritas setempat memilih memanfaatkan gereja berarsitektur basilika tiga kubah yang telah direstorasi ini. Perpustakaan dibuka kembali di lokasi baru pada akhir 2024, dan hingga pertengahan Februari 2026, lebih dari 65.000 pengunjung telah memadati ruang baca di antara dinding batu kuno dan rak-rak buku yang menjulang. Dengan 37.375 anggota aktif, koleksi hampir 70.000 judul, serta jam buka setiap hari kecuali Minggu, tempat ini kini menjadi magnet literasi sekaligus wisata sejarah.
Sejarah gereja ini panjang dan penuh liku. Pasca-pertukaran penduduk Turki-Yunani 1923, gereja ditinggalkan, lalu bertransformasi menjadi Museum Arkeologi Adana, gudang museum, Museum Etnografi, hingga Memorial Museum Kuruköprü. Kini, ia kembali “hidup” sebagai ruang pengetahuan bagi masyarakat multikultural Adana. Arsitekturnya yang megah — lengkungan batu, jendela-jendela tinggi, dan suasana khidmat — menciptakan pengalaman membaca yang tak terlupakan, jauh dari kesan perpustakaan konvensional yang steril.
Fenomena ini menuai apresiasi luas. Banyak warga melihatnya sebagai contoh bagaimana warisan sejarah dapat dihidupkan kembali demi kepentingan publik, meski menyisakan catatan tentang pelestarian identitas keagamaan minoritas di Turki. Sementara perpustakaan bersifat sementara hingga gedung asli selesai direnovasi, kehadirannya telah membuktikan: di tengah puing-puing gempa, ilmu pengetahuan dan budaya tetap bisa berkembang.
(Sumber: Greek Reporter, Daily Sabah, Greek City Times, Hurriyet Daily News, Wikipedia, Türkiye Today, Anadolu Agency — update hingga Mei 2026)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.