"Sebuah gereja United Methodist di Harrisburg, Pennsylvania resmi dijual kepada komunitas Aceh dan akan diubah menjadi meunasah pertama di Amerika. Fenomena penurunan jemaat dan repurposing gereja menjadi sorotan di tengah perubahan demografi keagamaan di AS"
HARRISBURG, PENNSYLVANIA — Sebuah gereja bersejarah di kawasan Steelton, Harrisburg, Pennsylvania kini resmi berpindah tangan. Gereja United Methodist di 219 Locust Street yang telah sepi jemaat selama bertahun-tahun berhasil terjual pada Selasa, 28 April 2026, dengan harga sekitar USD 52.044 (sekitar Rp902 juta).
Pembelinya adalah Aceh Community Center (ACC) Harrisburg, sebuah organisasi nirlaba yang diinisiasi oleh komunitas diaspora Aceh di Amerika Serikat. Bangunan gereja tersebut akan dialihfungsikan menjadi “meunasah” — pusat ibadah dan kegiatan keagamaan umat Islam pertama bagi komunitas Aceh di Benua Amerika.
Menurut catatan properti resmi dan laporan real estate setempat, gereja yang berusia puluhan tahun itu dijual dalam kondisi “as-is” karena jumlah jemaat yang terus menyusut drastis. Sejumlah bagian interior sudah mulai rusak, termasuk plafon yang copot di beberapa ruangan. Seorang tetangga lanjut usia bernama John (79 tahun) mengaku lebih memilih bangunan itu tetap menjadi tempat ibadah daripada dirobohkan untuk pembangunan apartemen.
Presiden ACC Harrisburg, Musdar Arsyad, dalam video syukuran yang beredar luas menyatakan, “Ini milik kita bersama, lahir dari doa dan kerja keras komunitas.” Kontribusi signifikan datang dari keluarga pengusaha Aceh, Teuku Malik dan istrinya Tiwi Wijaya yang tinggal di New Jersey.
Bagi umat Kristen di Pennsylvania, berita ini menjadi pengingat yang getir tentang tantangan yang dihadapi banyak denominasi di Amerika Serikat. Penurunan jumlah jemaat, bertambahnya jumlah anggota lanjut usia, dan perubahan demografi telah memaksa puluhan gereja ditutup atau dijual setiap tahun di berbagai negara bagian.
Meski demikian, komunitas Kristen lokal berharap bangunan bersejarah ini tetap bisa menjadi tempat yang memberkati masyarakat sekitar. Beberapa warga Muslim Afrika-Amerika yang sudah tinggal di lingkungan tersebut menyambut positif kehadiran komunitas baru ini.
Fenomena repurposing gereja menjadi masjid atau pusat ibadah lain bukan hal baru di Amerika dan Eropa. Data dari berbagai lembaga pemantau gereja menunjukkan bahwa ribuan properti gereja telah berpindah tangan dalam dua dekade terakhir akibat sekularisasi dan migrasi penduduk. []
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.