Berita

Klaim Baru Penemuan Bahtera Nuh di Gunung Ararat Turki, Peneliti Sebut Ada “Terowongan” Bawah Tanah, Geolog Tetap Skeptis

Klaim baru penemuan Bahtera Nuh di Gunung Ararat Turki muncul setelah peneliti menyebut adanya terowongan bawah tanah. Namun, geolog menegaskan formasi tersebut adalah bentukan alam

Klaim Baru Penemuan Bahtera Nuh di Gunung Ararat Turki, Peneliti Sebut Ada “Terowongan” Bawah Tanah, Geolog Tetap Skeptis
Berita 24 April 2026 79 views

Ukuran font

100%
"Klaim baru penemuan Bahtera Nuh di Gunung Ararat Turki muncul setelah peneliti menyebut adanya terowongan bawah tanah. Namun, geolog menegaskan formasi tersebut adalah bentukan alam"

TURKI, DC News — Klaim mengenai penemuan Bahtera Nuh kembali mencuat setelah seorang peneliti asal Amerika Serikat menyebut adanya temuan baru di formasi berbentuk perahu di lereng Gunung Ararat, Turki. Meski demikian, para ahli geologi menegaskan bahwa struktur tersebut kemungkinan besar merupakan bentukan alamiah, bukan peninggalan historis seperti yang diyakini sebagian pihak.

Andrew Jones dari kelompok penelitian Noah’s Ark Scans mengungkapkan bahwa timnya menemukan indikasi struktur bawah tanah melalui pemindaian ground-penetrating radar (GPR). Dalam wawancara dengan media internasional, ia menyebut adanya koridor atau “terowongan” dengan lebar sekitar dua meter dan kedalaman hingga empat meter di dalam formasi tersebut.

“Kami melihat pola yang tampaknya tidak alami. Tata letak ini lebih menyerupai struktur buatan manusia,” kata Jones, seperti dikutip dari Fox News, pekan ini.

Selain itu, Jones mengklaim bahwa kadar materi organik di dalam formasi lebih tinggi dibandingkan area sekitarnya. Ia juga menyoroti panjang formasi yang disebut mendekati 300 hasta—ukuran yang disebutkan dalam Kitab Kejadian dalam Alkitab.

Formasi yang dikenal sebagai Durupınar Site ini berada sekitar 29 kilometer di selatan puncak Gunung Ararat dan pertama kali terdokumentasi pada 1959 oleh pilot Angkatan Udara Turki. Sejak saat itu, lokasi ini kerap dikaitkan dengan hipotesis keberadaan Bahtera Nuh, termasuk oleh peneliti Ron Wyatt pada 1980-an.

Jones menyatakan timnya tengah merancang robot eksplorasi untuk menelusuri struktur bawah tanah tersebut secara lebih mendalam.

Namun, klaim tersebut mendapat tanggapan kritis dari kalangan ilmuwan. Geolog dari California State University, Lorence Collins, serta sejumlah peneliti Turki, menilai formasi Durupınar sebagai hasil proses geologi alami.

Menurut mereka, struktur tersebut merupakan limonite syncline, yaitu lipatan batuan yang terbentuk akibat longsoran lumpur dan aktivitas tektonik selama ribuan tahun. Temuan lapisan batu kapur fosil yang melintasi area itu juga dinilai memperkuat bahwa formasi tersebut bukan objek buatan manusia.

“Tidak ada bukti geologi yang menunjukkan ini adalah kapal atau struktur buatan,” tulis Collins dalam analisisnya yang dipublikasikan melalui sumber akademik.

Penelitian geofisika yang dilakukan pada 1987–1988 juga tidak menemukan indikasi keberadaan struktur buatan manusia di dalam formasi tersebut. Hingga saat ini, belum ada publikasi ilmiah peer-reviewed yang mengonfirmasi adanya kayu fosil, artefak, atau bukti arkeologis lain yang mendukung klaim tersebut.

Di sisi lain, pemerintah Turki belum memberikan izin untuk penggalian skala besar di lokasi itu. Situs Durupınar lebih banyak dikenal sebagai destinasi wisata religi daripada objek penelitian arkeologi resmi.

Sejumlah lembaga ilmiah internasional menekankan pentingnya penelitian lanjutan dengan metode yang transparan dan dapat diverifikasi untuk menguji klaim tersebut secara objektif.

Kisah Bahtera Nuh sendiri merupakan bagian penting dalam tradisi agama Yahudi, Kristen, dan Islam. Namun, hingga kini, bukti ilmiah mengenai banjir besar global seperti yang digambarkan dalam teks-teks suci masih menjadi perdebatan di kalangan akademisi. []

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Klaim baru penemuan Bahtera Nuh di Gunung Ararat Turki muncul setelah peneliti menyebut adanya terowongan bawah tanah. Namun, geolog menegaskan formasi tersebut adalah bentukan al…

Tags

Bahtera Nuh Gunung Ararat Turki Durupınar arkeologi geologi penelitian ilmiah GPR sejarah agama sains

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600