"Menag Nasaruddin Umar menegaskan peran umat beragama sebagai penjaga moral dan perekat persatuan bangsa dalam Paskah Nasional V di Sigi, Sulawesi Tengah"
SIGI, DC News — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa umat beragama memiliki posisi strategis dalam menjaga moral publik sekaligus memperkuat persatuan nasional. Hal itu disampaikannya saat menutup rangkaian Ibadah Paskah Nasional V di Lapangan Mako Brimob, Desa Loru, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (27/4/2026).
“Umat beragama tidak hanya bertanggung jawab dalam lingkup internal keagamaan, tetapi juga dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat,” ujar Nasaruddin kepada awak media.
Ia menilai, di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks, kolaborasi lintas elemen bangsa menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan mendorong kemajuan. Karena itu, ia mengajak pemerintah, legislatif, tokoh agama, serta masyarakat luas untuk memperkuat sinergi.
Menurut Nasaruddin, toleransi tidak cukup dimaknai sebagai sikap pasif menerima perbedaan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Toleransi adalah komitmen aktif untuk saling menghormati, melindungi, dan bekerja sama dalam perbedaan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa. Indonesia, kata dia, merupakan “rumah besar” yang dibangun di atas dasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Karena itu, tidak boleh ada ruang bagi sikap intoleransi, diskriminasi, maupun potensi perpecahan.
“Biarkan yang berbeda itu tetap berbeda, dan yang sama kita pelihara bersama. Dalam perbedaan itulah kita menemukan keindahan sebagai bangsa,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan program prioritas Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama. Berdasarkan data Kementerian Agama, Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) pada 2025 mencapai 77,89 atau berada pada kategori tinggi, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir. Capaian ini mencerminkan meningkatnya kualitas toleransi dan kohesi sosial di masyarakat.
Sejumlah lembaga, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS), juga mencatat bahwa stabilitas sosial berbasis kerukunan berkontribusi terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Nasaruddin Umar, yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, dikenal aktif mendorong dialog antaragama baik di tingkat nasional maupun internasional. Ia menilai kegiatan seperti Paskah Nasional V di Sulawesi Tengah menjadi simbol penting praktik toleransi, khususnya di wilayah yang pernah mengalami konflik sosial di masa lalu.
Perayaan tersebut diikuti ribuan umat Kristiani dan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari karnaval rohani, pawai kendaraan hias, hingga aksi sosial yang melibatkan masyarakat lintas agama.
Menutup sambutannya, Nasaruddin mengajak seluruh umat beragama untuk terus menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan. “Mari kita menjadi penjaga cahaya di rumah besar Indonesia, menjaga Pancasila, dan mewujudkan kehidupan yang adil, damai, dan harmonis,” katanya. []
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.