"Ribuan warga Toraja Utara dan Tana Toraja menggelar doa lintas agama untuk menolak penyakit sosial seperti narkoba dan perjudian, menunjukkan solidaritas dan toleransi lintas iman"
Rantepao, DC News — Ribuan warga dari Kabupaten Toraja Utara dan Tana Toraja mengikuti doa lintas agama yang digelar serentak di dua lokasi, yakni Lapangan Bakti Rantepao dan Plaza Kolam Makale, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan bertajuk “Doa Bersama Sang Torayan” ini menjadi respons kolektif masyarakat terhadap meningkatnya kekhawatiran atas berbagai penyakit sosial, seperti penyalahgunaan narkoba, perjudian, dan praktik menyimpang yang kerap berlindung di balik adat.
Kegiatan tersebut diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) bersama Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, serta didukung tokoh agama lintas iman, termasuk dari kalangan Islam, Kristen Protestan, dan Katolik. Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, pemuda, dan masyarakat umum.
Sejumlah media lokal dan regional, seperti Tekape.co, KabarMakassar.com, dan Tribun Toraja, melaporkan jalannya kegiatan secara konsisten. Informasi yang beredar juga diperkuat oleh unggahan akun resmi FKUB dan tokoh masyarakat setempat. Hingga kini, tidak ditemukan adanya klarifikasi atau bantahan dari pihak berwenang terkait pelaksanaan maupun substansi acara tersebut.
Dalam sambutannya di Rantepao, Ketua BPS Gereja Toraja Pdt. Alfred Anggui yang diwakili Pdt. Kibaid Yulianus Tandirerung mengajak masyarakat memperkuat persatuan dalam menghadapi ancaman sosial.
“Mari kita bersama-sama mencegah dan memberantas penyakit sosial di kampung kita ini. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan berkedok adat. Hal ini bisa merusak generasi muda Toraja,” ujar Kibaid, seperti dikutip Tekape.co.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi III Fraksi Demokrat, Irjen Pol. (Purn.) Frederik Kalalembang, menegaskan pentingnya dukungan masyarakat terhadap upaya penegakan hukum. Ia menyebut aparat kepolisian telah mengambil langkah tegas, termasuk pemberhentian tidak hormat sejumlah personel yang terlibat kasus narkoba di wilayah Toraja Utara.
“Jangan sekali-kali menggunakan narkoba. Kalau kita sudah mencoba, pasti akan mencari lagi, dan akhirnya bisa menjual apa saja demi mendapatkan barang tersebut,” kata Frederik.
Aksi doa bersama ini tidak terlepas dari dinamika sosial yang berkembang sebelumnya. Sejak Maret 2026, gelombang aspirasi dari kalangan pemuda di Toraja Utara mencuat, mendesak aparat bertindak lebih tegas terhadap peredaran narkoba dan praktik perjudian yang dinilai merusak masa depan generasi muda.
FKUB memandang kegiatan doa lintas agama sebagai langkah strategis untuk memperkuat solidaritas sosial sekaligus mendukung program pemerintah dan aparat penegak hukum. Secara nasional, peran FKUB dalam menjaga harmoni antarumat beragama juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Agama dalam memperkuat moderasi beragama di berbagai daerah.
Toraja, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya dunia dengan dominasi masyarakat Kristen Toraja, kembali menunjukkan praktik toleransi lintas iman dalam merespons persoalan sosial kontemporer.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh pemuka agama masing-masing. Para peserta juga menyatakan komitmen menjaga nilai-nilai budaya Toraja tetap berada dalam koridor positif serta melindungi generasi muda dari ancaman penyakit sosial. []
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.