"Foto seorang tentara Israel memasukkan rokok ke mulut patung Bunda Maria di Lebanon viral dan memicu kecaman dunia. IDF buka suara dan janji tindak pelaku"
BEIRUT, DC News — Sebuah foto yang memperlihatkan tentara Israel memasukkan rokok ke mulut patung Bunda Maria di desa Kristen Debel, Lebanon selatan, memicu gelombang kemarahan internasional dan kembali menyoroti ketegangan di kawasan konflik Timur Tengah.
Foto tersebut mulai viral pada Selasa (6/5/2026) dan langsung memancing reaksi keras dari komunitas Kristen global. Dalam gambar yang beredar luas di media sosial itu, seorang tentara Israel tampak tersenyum sambil menyodorkan rokok ke mulut patung Bunda Maria, sementara ia sendiri merokok di hadapan simbol suci umat Katolik tersebut.
Insiden itu disebut terjadi beberapa pekan sebelumnya di Desa Debel, wilayah mayoritas Kristen yang berada dekat perbatasan Israel-Lebanon dan menjadi salah satu titik panas operasi militer Israel terhadap Hizbullah.
Peristiwa ini memperpanjang daftar dugaan pelecehan terhadap simbol agama di wilayah tersebut. Sebelumnya, seorang tentara Israel juga terekam menghancurkan patung salib Yesus menggunakan palu godam di desa yang sama.
Pemimpin jemaat Debel, Pastor Fadi Felfeli, menyampaikan kekecewaan mendalam atas tindakan tersebut. Ia menilai aksi itu bukan sekadar candaan, melainkan bentuk provokasi serius terhadap umat Kristen.
“Ini benar-benar menyakitkan dan memprovokasi kami, terlebih setelah sebelumnya ada permintaan maaf atas penghancuran salib,” ujar Felfeli dalam wawancara dengan BBC.
Menurut dia, tindakan tersebut mencerminkan adanya unsur kebencian dan krisis moral di kalangan tertentu dalam militer Israel.
Merespons kecaman yang meluas, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan pihaknya memandang insiden itu dengan serius. Juru bicara IDF, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, mengatakan tentara yang terlibat telah diidentifikasi dan akan dikenai tindakan disipliner.
“Perilaku ini sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai IDF,” kata Shoshani. Ia juga menegaskan bahwa operasi militer Israel ditujukan untuk menghancurkan infrastruktur Hizbullah, bukan menyerang warga sipil maupun tempat ibadah.
Meski demikian, pernyataan tersebut belum mampu meredam kemarahan publik internasional. Banyak pihak menilai tindakan terhadap simbol suci agama berpotensi memperburuk hubungan antar umat beragama dan memperdalam luka konflik di Timur Tengah.
Di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah yang terus memanas, Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan lebih dari 120 orang tewas hanya dalam sepekan terakhir. Situasi ini juga berlangsung bersamaan dengan upaya diplomasi internasional yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran guna mendorong gencatan senjata di kawasan.
Insiden di Debel kini menjadi sorotan global dan memunculkan kembali kekhawatiran soal perlindungan situs-situs suci agama di wilayah perang. Sejumlah organisasi lintas iman mendesak adanya hukuman tegas terhadap pelaku agar tindakan serupa tidak kembali terulang.
(Sumber: BBC, Premier Christian News, Al Jazeera, The Times of Israel, Jerusalem Post, CNN)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.