Q & A

Apakah Yefta Membakar Putrinya?

Apakah putri Yefta dijadikan kurban bakaran atau dijadikan abdi Allah?

Apakah Yefta Membakar Putrinya?
Q & A 24 Januari 2025 17 views

Ukuran font

100%
"Apakah putri Yefta dijadikan kurban bakaran atau dijadikan abdi Allah?"

Shalom ka, maaf ganggu , mau tanya tentang putri Yefta di hakim-hakim ka, yg korban dari nazar bapaknya, itu dia di jadikan kurban bakaran atau dijadikan abdi Allah “biarawati” ?
--DS, Jakarta

Shalom DS,

Di Alkitab memang tidak disebutkan apakah Yefta mempersembahkan putrinya sebagai kurban bakaran atau tidak. Tapi, dalam Taurat ada aturan tegas bahwa nazar itu wajib dilaksanakan persis seperti apa yang dikatakan (Bilangan 30:2).

Di sisi lain, ada juga larangan dalam Taurat untuk mempersembahkan manusia, dalam pengertian seperti agama-agama suku kuno, dimana mereka mempersembahkan manusia kepada dewa-dewa dengan cara dibakar atau dibunuh—khususnya anak-anak (misal di Ulangan 12:31).

Dalam menafsir hukum Taurat, biasanya jika ada benturan antara perintah dan larangan, maka dilihat konsekuensi khata’ (pelanggaran) terberat mana berdasarkan ketetapan kurban atau konsekuensi hukumnya. Di Taurat, setiap khata’ itu ada kurbannya, terutama dua bentuk kurban, yaitu “kurban penebus salah” (asham) dan “kurban penghapus dosa: (khata’at).

Jika kita melanggar suatu ketetapan hukum dengan konsekuensi kita harus mempersembahkan asham, sementara pelanggaran terhadap ketetapan lain harus mempersembahkan khata’at, maka kita harus lebih memprioritaskan untuk tidak melakukan pelanggaran yang harus ditebus dengan khata’at.

Dalam kasus Yefta, konsekuensi untuk tidak menepati nazar lebih rendah dibanding mempersembahkan manusia, meskipun itu kepada Allah (beda kasus dengan Yesus yang mempersembahkan diri-Nya). Sebab, Yefta hidup di tengah-tengah bangsa kafir yang lazim mempersembahkan anak-anak kepada berhala atau dewa-dewa. Jika Yefta harus mengikuti cara para penyembah berhala, maka sama saja dia menjadikan Allah sejajar dengan berhala-berhala zaman itu.

Jadi, biasanya ada alternatif untuk memenuhi nazar, misalnya menjadikan putrinya sebagai “nazir Allah”. Artinya, anak itu sepenuhnya mengabdi kepada Allah dan tidak akan pernah menikah seumur hidupnya. Dalam kitab Imamat, nazar dalam bentuk manusia juga bisa ditebus dengan uang (bdk. Im. 27).

Tapi, apakah Yefta memilih alternatif nazar atau melaksanakan nazarnya secara harfiah tidak disebutkan dalam Alkitab. Pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari kasus Yefta adalah berhati-hatilah dalam mengucapkan nazar. Sebab, apa pun yang kita nazarkan, kita dituntut untuk bisa mewujudkannya. []

Bagikan Artikel

Apakah putri Yefta dijadikan kurban bakaran atau dijadikan abdi Allah?

Tags

Yefta Hakim-hakim kurban bakaran nazar sumpah janji khata' asham khata'at

Koordinator Komisi Pengajaran GKRIDC

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600