Renungan

Awas Kecanduan!

2Tesalonika 2:3a

Awas Kecanduan!
Renungan 25 Januari 2025 11 views

Ukuran font

100%
"Janganlah kamu disesatkan orang dengan cara bagaimanapun juga!"

2Tesalonika 2:3a (TB2) Janganlah kamu disesatkan orang dengan cara bagaimanapun juga!

Pernahkah kita membeli suatu produk hanya karena tergoda oleh iklan yang kita lihat di TV, brosur atau media sosial? Ternyata, setelah memiliki dan menggunakan produk itu, apa yang kita bayangkan dari produk itu tidaklah seperti isi iklannya.

Di era digital sekarang, bukankah banyak orang tertipu hanya karena melihat foto suatu produk yang terpampang di toko online (daring)?

Tapi, seiring berjalannya waktu, semakin banyak orang yang lebih cerdas berbelanja daring, dan tidak mau lagi tertipu dengan manisnya kata-kata atau kerennya foto-foto produk yang ada. Kok bisa?

Ya, sebab kita tidak mau rugi kehilangan uang kita! Kita tidak mau para penipu diuntungkan oleh ketidaktahuan kita.

Bagaimana dengan iman kita?

Di akhir zaman, semakin banyak orang berbicara atas nama Firman Tuhan untuk menipu kita. Disadari atau tidak, kita pun telah berkali-kali tertipu karena manisnya kata-kata yang kita baca ataupun dengarkan.

Tapi, apakah kita pernah merasa rugi?

Kebanyakan orang merasa tidak apa-apa “tertipu” oleh macam-macam pengajaran, selama kita tidak kehilangan uang kita.

Masalahnya, bagaimana jika iman kita menjadi “rusak” dan kita sama sekali tidak menyadarinya atau bahkan menganggap hal itu sebagai “hal yang biasa”? Jika sudah seperti ini, maka benarlah apa yang pernah disampaikan oleh seorang filsuf Jerman, Karl Marx, yang mengatakan bahwa “agama adalah candu” karena membuat orang-orang terlena dengan “ilusi”.

Dalam hal ini, “candu” dan “ilusi” yang dimaksud tentulah bukan seperti yang dipikirkan oleh Marx, tetapi keberagamaan yang buta justru dapat membahayakan keimanan kita. Kita digerogoti secara perlahan, yang pada akhirnya membuat kita menjadi terbiasa dengan “kerusakan” yang sedang kita alami.

Karena itu, inti dari nasihat Rasul Paulus di atas adalah jangan sampai kita beragama secara buta dan menghilangkan atau bahkan mengabaikan fungsi otak kita. Rasul Paulus berkali-kali menasihatkan jemaat-jemaat yang ia layani untuk selalu “kritis” dalam menyerap segala bentuk ajaran, apalagi ajaran-ajaran yang seolah-olah dari Alkitab, padahal tidak alkitabiah.

Ancaman yang paling berbahaya dalam kehidupan iman kita bukanlah yang datang dari luar, melainkan yang datang dari dalam. Sebab, “ajaran-ajaran palsu” itu seperti bakteri dan virus yang menyerang dari dalam, yang mematikan atau merusakkan sel-sel kita, hingga tiba-tiba kita terpapar tak berdaya di rumah sakit.

Maka, marilah kita menjadi bijak dalam beragama. Jangan terlalu cepat menyerap apa pun yang diajarkan kepada kita, tetapi sekaligus jangan buru-buru menolak segala sesuatu yang bertentangan dengan pikiran dan pandangan kita. Tetapi, “ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik” (1Tes. 5:21). “Janganlah percaya kepada setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah. Sebab, banyak nabi-nabi palsu bermunculan di dunia” (1Yoh. 4:1).

Dengan apa kita menguji semuanya itu? Dengan membaca dan mempelajari Alkitab secara mendalam, seperti teladan orang-orang Yahudi di Berea. “Mereka menerima firman itu dengan segala kerelaan hati dan setiap hari mereka menyelidiki Kitab Suci untuk mengetahui apakah semuanya itu benar demikian” (Kis. 17:11).

Doa:

Ya Bapa, berikanlah kami hati yang rela dan terbuka untuk menerima segala macam pengajaran yang berasal dari orang-orang yang memberitakan kebenaran firman-Mu, tetapi berilah juga kami kesanggupan untuk menguji semuanya itu berdasarkan Alkitab yang telah Engkau ilhamkan itu. Supaya kami dapat mengetahui apakah ajaran itu benar ataukah bertentangan dengan apa yang Engkau ajarkan. Amin!

Bagikan Artikel

Janganlah kamu disesatkan orang dengan cara bagaimanapun juga!

Tags

ajaran palsu ajaran sesat nabi palsu Karl Marx Alkitab Tesalonika

Koordinator Komisi Pengajaran GKRIDC

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600