Berita

Keluarga Kristen di India Dipukuli Brutal, UU Anti-Konversi Disorot

Keluarga Kristen di Chhattisgarh, India, diserang brutal dan diancam diusir dari desa usai memeluk agama Kristen. Kasus ini memicu sorotan terhadap UU anti-konversi India yang dinilai mempe…

Keluarga Kristen di India Dipukuli Brutal, UU Anti-Konversi Disorot
Berita 12 Mei 2026 75 views

Ukuran font

100%
"Keluarga Kristen di Chhattisgarh, India, diserang brutal dan diancam diusir dari desa usai memeluk agama Kristen. Kasus ini memicu sorotan terhadap UU anti-konversi India yang dinilai memperparah persekusi minoritas"

Raipur, Chhattisgarh — Ketegangan terhadap komunitas Kristen di India kembali memanas. Sebuah keluarga Kristen di Desa Madgaon, Distrik Kondagaon, Negara Bagian Chhattisgarh, menjadi korban pengeroyokan brutal setelah dituduh tidak lagi pantas tinggal di desa karena memeluk agama Kristen.

Insiden itu terjadi pada Jumat pagi, 9 Mei 2026, ketika lima anggota Keluarga Karanga memetik mangga dari lahan warisan milik mereka sendiri. Namun aktivitas tersebut memicu kemarahan sejumlah warga desa.

Dua pria bernama Mahesh dan Birendra Karanga disebut memprovokasi massa dengan tuduhan bahwa keluarga tersebut telah meninggalkan “agama leluhur” dan mengikuti “agama asing”. Situasi dengan cepat berubah menjadi aksi kekerasan.

Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan patah tulang pada tangan. Mereka kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Keshkal, Chhattisgarh.

Menurut Progressive Christian Alliance (PCA), serangan itu bukan peristiwa tunggal. Selama berbulan-bulan, keluarga tersebut dikabarkan mengalami intimidasi, penghinaan dalam rapat desa, ancaman pengusiran, hingga ancaman pembunuhan apabila menolak kembali ke agama sebelumnya.

“Situasi semakin buruk sejak aturan anti-konversi diperketat,” kata Pastor Simon Digbal Tandi, koordinator PCA. Ia menyebut hampir setiap hari muncul laporan intimidasi dan kekerasan terhadap umat Kristen di wilayah tersebut.

Pernyataan serupa disampaikan Kamal Kujur dari Rashtriya Christian Morcha yang menilai pola serangan terhadap minoritas Kristen kini berlangsung dengan “keteraturan yang mengkhawatirkan”.

Aktivis HAM di Raipur, Binay Lakra, memperingatkan bahwa situasi dapat semakin tidak terkendali apabila pemerintah India tidak segera bertindak tegas terhadap pelaku kekerasan berbasis agama.

Hingga kini, Polisi Dhanora disebut belum mendaftarkan First Information Report (FIR) resmi meski laporan korban telah diajukan. PCA mendesak aparat memberikan perlindungan terhadap keluarga korban, memastikan akses pengobatan, serta menindak pelaku dan pihak-pihak yang melakukan boikot sosial maupun ekonomi.

Chhattisgarh sendiri kembali menjadi sorotan internasional terkait isu kebebasan beragama. Negara bagian itu memiliki populasi Kristen kurang dari dua persen, tetapi tercatat sebagai salah satu wilayah dengan laporan persekusi tertinggi di India.

Data United Christian Forum menunjukkan sedikitnya 165 kasus kekerasan terhadap umat Kristen terjadi sepanjang 2024. Bentuknya beragam, mulai dari pengusiran keluarga, penolakan pemakaman Kristen, hingga serangan massa oleh kelompok Hindu nasionalis.

Sorotan juga mengarah pada revisi undang-undang anti-konversi di Chhattisgarh yang diperketat pada April 2026. Pemerintah daerah berdalih aturan tersebut dibuat untuk mencegah perpindahan agama secara paksa. Namun kelompok HAM dan organisasi gereja menilai regulasi itu justru digunakan sebagai alat untuk membenarkan intimidasi terhadap minoritas agama.

Sejumlah pengamat menyebut meningkatnya sentimen nasionalisme Hindu di beberapa wilayah India turut memperburuk situasi kebebasan beragama. Organisasi internasional seperti Human Rights Watch dan USCIRF sebelumnya juga pernah menyoroti meningkatnya kekerasan terhadap komunitas minoritas di India dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus di Madgaon kini menjadi simbol baru meningkatnya ketakutan komunitas Kristen pedesaan di India tengah — sebuah pesan bahwa perbedaan keyakinan dapat berujung pada pengusiran bahkan kekerasan terbuka.

(Sumber: UCA News, Catholic Connect, United Christian Forum, Progressive Christian Alliance/PCA, Morning Star News, laporan lokal Chhattisgarh 2024–2026)

Editor: OYR

Bagikan Artikel

Keluarga Kristen di Chhattisgarh, India, diserang brutal dan diancam diusir dari desa usai memeluk agama Kristen. Kasus ini memicu sorotan terhadap UU anti-konversi India yang din…

Tags

India Chhattisgarh Kristen India persekusi Kristen UU anti-konversi India kekerasan agama diskriminasi minoritas Kondagaon berita internasional hak asasi manusia Hindu nasionalis viral

Percakapan Jemaat

Komentar

0 komentar ditampilkan.

Belum ada komentar yang ditampilkan. Jadilah yang pertama membagikan tanggapan Anda.

Tulis Komentar

Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.

Komentar akan masuk antrean moderasi sampai disetujui moderator.

Publikasi Terkait

Bacaan Lainnya

Lihat daftar

Persembahan & Donasi

"Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita." (2 Korintus 9:7)

Umum & Pembangunan

Bank BCA

8870566159

Octafred Yosimend P atau Rahel Natalia S

Persepuluhan

Bank BCA

8870566701

Ester Joice P atau Rahel Natalia S

Mohon konfirmasi melalui WhatsApp setelah melakukan transfer pelayanan kasih Anda.

KONFIRMASI SEKARANG

Hubungi Kami

Kapel Alfa

Taman Alfa Indah Blok J-1 No. 39-40, Jakarta Selatan

Telepon: 0815-1341-3809

WhatsApp: 6281513413809

Pos PI HOPE

Ruko Maisonette No. 42, Jl. Raya Joglo, Jakarta Barat

Telepon: 0812-1085-0659

WhatsApp: 6281210850659

Pos PI Hineni Rehobot

Kota Kertabumi Commercial Estate B-35, Karawang Barat, Jawa Barat

Telepon: 0895-6182-11600

WhatsApp: 62895618211600