"Pengkhotbah Kristen Rusia penentang perang, Khristolyub Bozhiy, ditemukan tewas di penjara Voronezh. Keluarga meragukan klaim bunuh diri di tengah sorotan kondisi tahanan politik Rusia"
VORONEZH, RUSIA — Seorang pengkhotbah dan blogger Kristen asal Rusia yang dikenal lantang mengkritik perang di Ukraina, Khristolyub Bozhiy (43), ditemukan meninggal dunia di dalam tahanan. Ia dilaporkan tewas di Koloni Pemasyarakatan No. 2 (IK-2) di wilayah Voronezh pada 17 April 2026.
Informasi mengenai kematian Bozhiy pertama kali diterima keluarga melalui panggilan telepon dari pihak penjara pada hari yang sama. Namun, penyebab kematian baru disampaikan tiga hari kemudian, saat keluarga diminta mengambil jenazahnya pada 20 April 2026. Otoritas penjara menyatakan Bozhiy meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri di sel isolasi.
Keluarga menolak kesimpulan tersebut. Ayah Bozhiy menyebut tindakan bunuh diri bertentangan dengan keyakinan agama putranya. Ia menegaskan, Bozhiy sebelumnya pernah menyatakan akan melakukan mogok makan sebagai bentuk perlawanan jika mengalami tekanan di dalam tahanan.
Sebelum meninggal, Bozhiy memang dilaporkan sempat menjalani mogok makan kering selama sembilan hari dan kehilangan sekitar 10 kilogram berat badan. Dalam sejumlah catatan yang dikirimkan dari penjara, ia juga mengaku kerap ditempatkan di sel isolasi tanpa alasan jelas sejak dipindahkan ke IK-2 pada Januari 2026.
“Setibanya di sini, saya langsung dimasukkan ke isolasi selama lima hari, lalu kembali 15 hari tanpa penjelasan,” tulis Bozhiy dalam salah satu pesannya.
Kasus Bozhiy berawal dari putusan Pengadilan Regional Voronezh pada Februari 2025 yang menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara. Ia dinyatakan bersalah atas dua pasal, yakni penghinaan terhadap perasaan beragama (Pasal 148 KUHP Rusia) terkait konten video di YouTube, serta rehabilitasi Nazisme (Pasal 354.1) yang dikaitkan dengan kritiknya terhadap kebijakan perekrutan narapidana untuk perang di Ukraina.
Selain hukuman penjara, pengadilan juga mewajibkan Bozhiy menjalani perawatan psikiatri rawat jalan. Proses hukum terhadapnya sendiri telah dimulai sejak November 2023.
Organisasi pemantau independen OVD-Info melaporkan adanya kejanggalan dalam peristiwa kematian tersebut. Salah satunya, kamera pengawas di area sel isolasi dilaporkan tidak berfungsi saat kejadian. Hingga kini, hasil penyelidikan resmi belum diumumkan, meski otoritas penjara menyatakan telah membuka kasus dugaan kelalaian.
Kematian Bozhiy menambah daftar panjang kasus tahanan politik yang meninggal di Rusia. Sejumlah organisasi hak asasi manusia, termasuk Memorial dan Human Rights Watch, sebelumnya menyoroti kondisi penjara Rusia yang dinilai buruk, mulai dari minimnya akses layanan kesehatan hingga dugaan praktik penyiksaan.
Data dari kelompok advokasi menyebutkan sedikitnya 40 lebih tahanan politik telah meninggal sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Banyak di antaranya dilaporkan meninggal dalam kondisi yang memicu pertanyaan publik.
Bozhiy dikenal sebagai aktivis Kristen yang mengusung nilai-nilai pasifisme dan perdamaian. Dalam aksi protes terakhirnya sebelum ditangkap, ia membawa spanduk bertuliskan pesan keagamaan yang menolak kekerasan.
“Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi musuh, bukan membunuh, sebab Allah adalah kasih,” tulisnya.
Upacara perpisahan untuk Bozhiy digelar pada 21 April 2026 di tengah sorotan publik terhadap transparansi penanganan kasus ini oleh otoritas Rusia. []
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.