"Pasukan Israel serang peserta perayaan Hari Santo Georgius di Al-Khader, Bethlehem Tepi Barat, 5 Mei 2026. Gas air mata dan granat kejut lukai warga Kristen-Palestina. Baca fakta lengkap dan dampak pendudukan terhadap komunitas Kristen di Tanah Suci"
Bethlehem, 6 Mei 2026 — Di bawah bayang-bayang pendudukan, bahkan perayaan suci pun tak luput dari kekerasan. Selasa sore (5/5/2026), pasukan Israel menyergap ratusan warga Palestina yang tengah merayakan Hari Santo Georgius di kawasan kota tua Al-Khader, selatan Bethlehem. Gas air mata dan granat kejut beterbangan, memecah suasana doa dan prosesi damai yang sudah menjadi tradisi tahunan. Satu korban terluka parah akibat dipukuli di dalam area biara, dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh tim Bulan Sabit Merah Palestina.
Perayaan yang dikenal lokal sebagai “Eid al-Khader” ini bukan hanya milik umat Kristen Ortodoks Yunani. Warga Muslim dan Kristen bahu-membahu: berjalan kaki tanpa alas dari Bethlehem menuju Biara Santo Georgius yang bersejarah, berdoa, dan merayakan. Acara ini juga jadi magnet pariwisata musiman. Namun, kedatangan konvoi kendaraan militer Israel mengubah semuanya menjadi chaos.
Aktivis lokal Ahmad Salah menuturkan, ratusan orang dari desa-desa sekitar berkumpul untuk momen penting ini. WAFA melaporkan serangan langsung ke kerumunan tanpa provokasi jelas. Ini bukan kasus terisolasi. Sebelumnya, patung Yesus dirusak di Lebanon selatan, Patriark Yerusalem dicegah masuk Gereja Makam Kudus, dan pemukim Israel kerap meludahi rohaniwan serta gereja di Yerusalem. Di Gaza, gereja-gereja pun jadi sasaran perang sejak Oktober 2023.
Komunitas Kristen Palestina, yang kini tinggal kurang dari 50.000 jiwa, semakin terjepit. Serangan pemukim ilegal, pembatasan akses, dan operasi militer rutin mengancam keberlangsungan mereka di tanah kelahiran Yesus. Perayaan Natal dan Paskah belakangan ini pun kerap berlangsung di bawah tekanan, meski sempat kembali ramai di Manger Square akhir 2025.
Insiden Al-Khader kembali menyulut kritik internasional terhadap Israel atas perlakuan terhadap situs-situs suci dan minoritas agama di wilayah pendudukan. Sementara itu, warga Bethlehem tetap teguh: ritual suci tak boleh dihentikan oleh peluru gas atau ancaman senjata.
(Sumber: MetroTV News, WAFA, Anadolu Agency, Al Jazeera, IMEMC)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.