"Ribuan file UFO rahasia Pentagon akhirnya dibuka ke publik. Namun sejumlah pendeta Kristen di Amerika justru menyebut fenomena itu bukan alien, melainkan manifestasi dunia rohani dan tanda akhir zaman"
WASHINGTON DC, DC News — Pemerintah Amerika Serikat kembali mengguncang dunia setelah Pentagon resmi membuka ratusan file rahasia terkait fenomena UFO atau Unidentified Anomalous Phenomena (UAP). Namun di tengah gegap gempita publik yang berharap menemukan bukti kehidupan alien, sejumlah tokoh Kristen evangelis justru melontarkan tafsir berbeda: objek misterius itu disebut bukan makhluk luar angkasa, melainkan manifestasi dunia rohani.
Pada 8 Mei 2026, Departemen Pertahanan AS merilis lebih dari 160 dokumen, foto, dan video yang sebelumnya dirahasiakan puluhan tahun. Rilis itu dilakukan atas arahan Presiden Donald Trump melalui program deklasifikasi besar-besaran bertajuk Presidential Unsealing and Reporting System for UAP Encounters (PURSUE).
Dokumen tersebut memuat rekaman benda bercahaya berbentuk bola (orbs), objek bergerak dengan kecepatan ekstrem di wilayah Timur Tengah dan Indo-Pasifik, hingga arsip misi Apollo yang menampilkan cahaya misterius di dekat permukaan Bulan. Pentagon juga membuka situs khusus berisi arsip UAP yang langsung diserbu publik dan disebut meraih ratusan juta kunjungan hanya dalam hitungan jam.
Meski demikian, Pentagon menegaskan tidak ada bukti konklusif yang menunjukkan keberadaan alien atau teknologi ekstraterestrial. Banyak rekaman masih belum dianalisis sepenuhnya dan sebagian kasus diduga berkaitan dengan fenomena alam, drone, artefak kamera, atau salah identifikasi objek biasa.
Namun narasi berbeda justru muncul dari kalangan rohaniwan Kristen konservatif Amerika.
Jeremiah J. Johnston, sarjana Perjanjian Baru sekaligus pendiri Christian Thinkers Society, menyebut masyarakat terlalu cepat mengaitkan UFO dengan alien. Menurut dia, fenomena tersebut lebih mungkin terkait dimensi spiritual yang sejak lama dibahas dalam Alkitab.
“Saya tidak terkesan dengan gambar-gambar buram itu,” ujar Johnston. Ia membagi fenomena UFO ke dalam empat kemungkinan: kesalahan identifikasi fenomena alam, teknologi rahasia buatan manusia, aktivitas malaikat, atau bahkan manifestasi demonik.
Nada serupa disampaikan Greg Laurie, pendeta Harvest Christian Fellowship di California. Laurie mengaitkan kemunculan objek-objek misterius itu dengan penglihatan Nabi Yehezkiel dalam Alkitab mengenai “roda di dalam roda” yang bergerak tanpa berbalik arah.
“Yang kita lihat mungkin bukan dari Mars, tetapi bagian dari kerajaan rohani,” kata Laurie dalam salah satu khotbah terbarunya.
Pernyataan keduanya langsung memicu perdebatan luas di media sosial Amerika. Sebagian kelompok religius menghubungkan objek berbentuk delapan sisi dalam rekaman infrared Pentagon dengan “Ophanim”, makhluk malaikat berbentuk roda penuh mata dalam tradisi Yahudi-Kristen.
Bahkan, sejumlah pengkhotbah apokaliptik memperingatkan bahwa obsesi manusia modern terhadap UFO bisa menjadi bagian dari “tipuan besar akhir zaman” sebagaimana disebut dalam 2 Tesalonika 2.
Di sisi lain, ilmuwan dan peneliti skeptis justru meminta publik tetap rasional. Mantan Kepala All-domain Anomaly Resolution Office (AARO) Sean Kirkpatrick menilai tidak ada hal mengejutkan dalam dokumen yang dibuka Pentagon. Astronom SETI Institute Seth Shostak juga menegaskan hingga kini belum terdapat bukti kuat tentang kehidupan alien.
Meski belum menghasilkan jawaban pasti, langkah Pentagon membuka file UFO terbesar dalam sejarah modern berhasil memantik gelombang diskusi global. Di Indonesia, topik ini ikut viral di media sosial karena memadukan rasa penasaran ilmiah, teori konspirasi, hingga tafsir keagamaan.
Kini publik dunia terbelah: apakah file-file itu menjadi awal “pengungkapan besar” tentang kehidupan di luar bumi, atau justru mengingatkan bahwa masih ada misteri yang belum mampu dijelaskan sains modern?
Yang jelas, langit kembali membuat manusia bertanya-tanya.
(Sumber: Pentagon/WAR.gov, The Guardian, Washington Post, ABC News, CBS News, UPI, Space.com, Crosswalk, Christian Thinkers Society, AP)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.