"Klaim mengejutkan muncul dari evangelis Perry Stone yang menyebut pemerintah AS diam-diam memberi briefing UFO kepada para pendeta untuk mempersiapkan umat menghadapi pengungkapan alien. Isu ini memicu perdebatan soal iman, teori konspirasi, hingga akhir zaman"
Ketika isu UFO mulai dibahas terbuka di Capitol Hill dan Pentagon, gelombang baru justru datang dari mimbar gereja Amerika Serikat. Evangelis Pentecostal Perry Stone mengklaim pemerintah AS diam-diam telah menggelar briefing khusus kepada sejumlah pendeta untuk mempersiapkan umat menghadapi kemungkinan pengungkapan besar soal UFO dan keberadaan makhluk luar angkasa.
Pernyataan itu disampaikan Stone dalam video YouTube yang diunggah pada 27 April 2026. Video tersebut langsung viral dan memicu perdebatan luas di kalangan komunitas rohani maupun pengamat fenomena UFO.
Stone mengaku memperoleh informasi dari seorang sahabat pendeta yang menghadiri pertemuan tertutup bersama pejabat pemerintah AS. Dalam briefing itu, para pemimpin gereja disebut diminta bersiap menghadapi pertanyaan jemaat terkait informasi yang akan segera dibuka ke publik.
“Ada sejumlah besar pendeta yang diundang ke suatu negara bagian untuk mendengar langsung dari pejabat pemerintah AS,” kata Stone dalam videonya.
Menurut Stone, materi yang dibahas bukan sekadar fenomena udara biasa. Ia menyebut ada klaim mengenai pesawat yang bukan berasal dari Bumi, material asing yang tidak dikenal manusia, hingga keberadaan makhluk menyerupai reptil seperti dalam film fiksi ilmiah.
Pernyataan tersebut segera memantik spekulasi luas. Stone bahkan menghubungkan fenomena itu dengan nubuat Alkitab mengenai “great deception” atau penyesatan besar di akhir zaman. Ia memperingatkan potensi gelombang apostasi, yakni kondisi ketika umat meninggalkan iman karena terguncang oleh narasi baru tentang alien dan kehidupan di luar Bumi.
Bagi Stone, fenomena tersebut bukan sekadar isu extraterrestrial. Ia meyakini kemunculan makhluk-makhluk itu bisa berkaitan dengan manifestasi iblis atau malaikat jatuh sebagaimana disebut dalam Kitab Kejadian.
Klaim itu diperkuat Pendeta Alan DiDio dari Revival Nation Church yang secara terbuka menyatakan bahwa briefing semacam itu memang terjadi. Sejumlah tokoh gereja lain juga mulai berbicara mengenai adanya komunikasi antara pejabat intelijen, anggota Kongres, dan pemimpin rohani terkait isu UFO.
Di sisi lain, pemerintah AS memang tengah menghadapi tekanan besar untuk membuka dokumen-dokumen rahasia mengenai fenomena udara tak dikenal atau UAP (Unidentified Anomalous Phenomena). Presiden Donald Trump beberapa kali menggoda publik dengan janji akan merilis file UFO Pentagon yang disebutnya “sangat menarik”.
Langkah itu menyusul dorongan deklasifikasi berbagai dokumen intelijen sejak awal 2026. Dalam beberapa tahun terakhir, Pentagon juga telah mengakui keberadaan investigasi resmi terhadap objek terbang misterius yang tidak dapat dijelaskan secara konvensional.
Fenomena ini membuat diskusi UFO bergeser dari sekadar teori konspirasi menjadi topik serius yang dibahas di ruang politik, militer, hingga komunitas agama. Di tengah derasnya arus informasi dan spekulasi, banyak gereja di Amerika kini mulai membahas bagaimana umat harus merespons kemungkinan pengungkapan besar tersebut.
Sebagian melihatnya sebagai langkah transparansi pemerintah. Sebagian lain menganggapnya sebagai ancaman terhadap fondasi iman dan potensi “penyesatan massal” yang sudah lama diperingatkan dalam teks-teks keagamaan.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah AS terkait dugaan briefing khusus kepada para pendeta tersebut. Namun kontroversi yang telanjur meledak membuat isu UFO kembali menjadi salah satu topik paling panas di Amerika Serikat.
(Sumber: Christian Post, YouTube Perry Stone, Revival Nation Church, Reuters, PBS)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.