"SUPAS 2025 BPS mencatat penduduk Indonesia mencapai 284,67 juta jiwa. Gen Z menjadi kelompok terbesar, disusul Milenial dan Post Gen Z"
Jakarta — Peta demografi Indonesia berubah. Generasi Z kini menjadi kelompok terbesar dalam struktur penduduk nasional.
Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah penduduk Indonesia berdasarkan SUPAS 2025 mencapai 284,67 juta jiwa. Dari angka itu, Gen Z menempati porsi terbesar, yakni 24,93 persen. Milenial berada tipis di belakangnya dengan 24,34 persen.
Jika digabung dengan Post Gen Z yang mencapai 19,65 persen, tiga generasi termuda ini menguasai 68,92 persen penduduk Indonesia. Artinya, wajah Indonesia hari ini—dan arah Indonesia menuju 2045—akan sangat ditentukan oleh generasi yang tumbuh bersama internet, media sosial, dan ekonomi digital.
Namun, dominasi jumlah bukan jaminan kekuatan. Di balik besarnya populasi muda, Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah besar: kualitas pendidikan, keterampilan kerja, dan serapan tenaga kerja.
BPS sebelumnya mencatat, pada Februari 2025 tingkat pengangguran terbuka kelompok usia muda 15–24 tahun mencapai 16,16 persen, tertinggi dibanding kelompok umur lain. Jumlah pengangguran nasional saat itu mencapai 7,28 juta orang.
Tantangan lain adalah kelompok muda yang tidak sedang sekolah, bekerja, atau mengikuti pelatihan. Data BPS menunjukkan indikator NEET pemuda usia 15–24 tahun masih menjadi isu penting dalam pembangunan kepemudaan.
Dengan laju pertumbuhan penduduk yang melambat menjadi 1,08 persen per tahun, Indonesia sedang berada di fase krusial. Bonus demografi masih terbuka, tetapi jendelanya tidak akan selamanya lebar.
Pertanyaannya kini bukan lagi apakah Gen Z menjadi kelompok terbesar. Data sudah menjawabnya. Pertanyaan yang lebih mendesak: apakah Indonesia mampu mengubah dominasi jumlah itu menjadi produktivitas, inovasi, dan daya saing?
Tanpa investasi serius pada pendidikan, kesehatan, keterampilan digital, dan penciptaan kerja berkualitas, bonus demografi bisa berubah menjadi beban sosial. Sebaliknya, jika dikelola tepat, Gen Z dapat menjadi mesin utama menuju Indonesia Emas 2045.
(Sumber: BPS, Kumparan, Media Indonesia, Koran Jakarta, CNBC Indonesia)
Editor: OYR
Dapatkan berita terbaru kami melalui:
Bagikan Artikel
Percakapan Jemaat
Komentar
0 komentar ditampilkan.
Tulis Komentar
Silakan isi nama dan alamat e-mail. Komentar tamu akan ditinjau moderator sebelum ditampilkan.